#CoratCoret1 - Reaksi Batin




Terlalu sulit untuk mendeskripsikan rasa itu
Rasa bak tuts piano di sudut ruangan
Minor mayor terkadang membunyikan dirinya secara bersamaan
Membuat akumulasi rasa yang aku sendiri tak mengerti
Yang ada dipikiran? Kosong.
Kosong. Menuju Kehampaan...
Hujan dan Terik matahari enggan datang
Terkadang jenuh merasuki, seketika juga ia bisa lenyap
Langit malam yang cerah, bau tanah setelah hujan, dan warna fana merah di sore adalah obat penawar
Tak jelas sakit atau nyeri seperti apa yang dapat diredakan olehnya
Sejenak ingin membatin pada jiwa
Memberi kabar dan alangkah indahnya apabila dapat berdiskusi
Namun, terkadang ingin kurebahkan tubuh ini.
Rebah ditempat tinggi indah dan sunyi yang tak terjamah
Hanya ada aku dan mimpi-mimpi
Karena bahagiaku cukup sederhana
Bahagia tanpa akhir.
Karena aku benci yang namanya perpisahan
Selalu saja ada pertemuan diakhiri dengan perpisahan
Hatiku ingin meledak meredam rasa sendu
Membendung rasa takut kehilangan
Hilang. Iya hilang.
Setelahnya aku hanya ingin memejamkan mata.
Membiarkan rasa itu meluap dan merajalela
Biar jingga menyala dan senja memanjakan
Iya. Di tempat tak berpenghuni dan di tempat sang awan akan lembut menyambutku.
Dan, melewati semuanya sambil bertukar cerita

-Gabriel Juli / 24.5.17-


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer